Perkembangan Internet di Indonesia
Booming Internet di akhir abad-20 telah membawa dampak sosial yang luar biasa. Orang belajar dari Internet, guru mencari bahan mengajar dari Internet, promosi, mencari kerja, publikasi, hiburan, dan banyak lagi ragam content yang ditawarkan. Banyak pula modus kejahatan baru yang mengharuskan lahirnya bidang penelitian baru, regulasi baru, dan pelajaran baru bagi masyarakat. Internet yang menjadi sumber informasi yang hampir tak terbatas, menciptakan peluang baru dalam bisnis perangkat akses data via jaringan yang sudah ada.
Beberapa perangkat yang muncul di awal abad-21 antara lain :
- Akses Internet via PSTN.
Awalnya sekedar memanfaatkan kanal voice yang 300~3400 Hz dengan modem yang standard-nya diatur dalam rekomendasi seri V dari ITU-T dengan kecepatan maksimal 56kbps. Namun kemudian muncul ide untuk memanfaatkan kabel lokal dari rumah ke STO tanpa melalui 300~3400Hz tadi. Lahir produk baru yang dikenal sebagai modem ADSL sebagai pengganti kabel optik ISDN-BRI. Produk ini digunakan untuk layanan akses Internet via kabel dengan merk dagang Indonesia: “SPEEDY”. - Akses Internet via Handphone.
Beberapa operator cellular bekerjasama dengan beberapa ISP untuk menawarkan layanan akses Internet melalui sistem seluler. Internet bisa langsung diakses menggunakan handphone, tetapi kurang menarik karena ukurannya yang terlalu kecil; dan bisa juga diakses menggunakan laptop dengan DCE modem seluler (GSM or CDMA 2/2.5G). Pada decade ini diluncurkan jaringan telepon seluler 3G yang menawarkan kecepatan akses data hingga 2 Mbps. Lalu disusul dengan protocol baru HSDPA/HSUPA berkecepatan lebih tinggi yang diberi label 3.5G. - Akses Internet via Wireless IP-devices.
Produk teknologi yang mengacu pada hasil pokja IEEE 802.11(a,b,g) yang diberi nama WiFi digunakan untuk hotspot atau access-point radius 50 m indoor dan P2P waveLAN yang digunakan untuk koneksi fixed-wireless antara Warnet atau kantor dan ISP. - Mobile Terminals.
Pada dekade awal ini juga bermunculan produk terminal yang berbasis pocket-PC seperti HP dan PDA, yang dilengkapi dengan bluetooth untuk wireless-adHoc dan WiFi (di samping telepon) yang bisa digunakan untuk meng-akses LAN via hotspot atau access point. Ragam Wireless technology yang diluncurkan ke pasar yaitu: RFID dengan jangkaun <50cm, bluetooth<10m, WiFi<50m, WLAN up to 12 miles point-to-point, dan WiMax up to 10 km point-to-multipoint.






Leave a Reply