Penduduk Madinah Hujan-Hujanan
Hujan bagi masyarakat Madinah dan Arab Saudi pada umumnya merupakan berkah yang harus dirayakan. Tak ayal, ketika hujan tiba disore hari seperti hari ini, mereka berbondong-bondong untuk turun ke jalan. Ada yang menggunakan mobil dengan mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil sambil melambai-lambaikan tangan dan banyak juga yang berjalan-jalan sambil bercengkrama.
Selama 4 hari berturut-turut, kota Madinah terus diguyur hujan, meski intensitasnya berbeda-beda. Hujan deras terjadi hampir 1 jam. Namun sempat, dalam beberapa menit, butiran salju ikut juga turun dari langit. Khusus untuk di masjid Nabawi, hujan yang disertai salju ini juga membuat para pembersih masjid bekerja keras mendorong air ke saluran-saluran yang ada. Akibatnya, beberapa halaman yang biasanya dijadikan tempat jamaah harus dipindahkan ke dalam.
Bagi orang Arab hujan itu berkah. Karena hujan turun hanya pada saat pergantian musim panas ke dingin atau sebaliknya. perilaku orang Arab ini didorong karena jarangnya turun hujan di Arab Saudi, sehingga ketika hujan turun dimanfaatkan untuk berjalan-jalan keliling kota. Makanya ketika turun hujan, mereka merayakan dengan turun-ke jalan-jalan dengan mobil.






Nov 30th, 2008 at 21:13
Do you know that Arabs are people from Yemen and Syria, it’s a huge region? Not just Saudi Arabia? And there are heavy rains in some other Arab countries. So not all Arabs suffering from lack of rain.
I think you Indonesians must start to distinguish the term “Arab” as an ethnic group, and “Saudi Arabia” as a country. We call Saudi Arabian as “Saudi” not “Arab” because when you say “Arab” it includes Egyptian, Lebanese, Syrian, Yemeni, Kuwaiti, etc. Like you won’t call yourself “Malayu” to refer people in Jawa. You call yourself “Indonesian”.
Dec 1st, 2008 at 23:01
Thank you to Mr. elharem for correction, so because latah habit for indonesia people to mention something